Windows NT

Komponen Arsitektur Keamanan NT :

1. Adminisrasi User dan Group

Jenis Account User :
•    Administrator
•    Guest
•    User

Jenis Account Gorup :
•    Administrator
•    Guest
•    User
•    Operator back-up
•    Power user
•    Operator server
•    Operator account
•    Operator printer

Hak User / Grup :
•    Hak basic : acces computer from network, back-up files/directory, change system time, logon locally, manage auditing and security, log (event viewer), restore files and directory, shutdown system, take ownership files or other object, dll.
•    Hak advance : access service and kernel untuk kebutuhan pengembangan system.

2. Keamanan untuk system File

A. NTFS :
•    Cepat dalam operasi standar file (read – write – search)
•    Terdapat system file recovery,  access control dan permission.
•    Memandang obyek sebagai kumpulan atribut, termasuk permission access.

B. Proteksi untuk integritas data

Transaction logging  : merupakan system file yang dapat di-recovery untuk dapat mencatat semua perubahan terakhir pada directory dan file secara otomatis.
•    Jika transaksi system berhasil NT  akan melakukan pembaharuan pada file.
•    Jika transaksi gagal, NT akan melalui  :
•    Tahap analisis : mengukur kerusakan dan menentukan lokasi cluster yang harus diperbarui per informasi dalam file log.
•    Tahap redo : melakukan semua tahapan transaksi yang dicatat pada titik periksa terakhir
•    Tahap undo : mengembalikan ke kondisi semula untuk semua transaksi yang belum selesai dikerjakan.

Sector sparing  : Teknik dynamic data recovery yang hanya terdapat pada disk SCSI dengan cara memanfaatkan teknologi fault-tolerant volume untuk membuat duplikat data dari sector yang mengalami error. Metodenya adalah dengan merekalkulasi dari stripe set with parity atau dengan membaca sector dari mirror drive dan menulis data tersebut ke sektor baru.

Cluster remapping : Jika ada kegagalan dalam transaksi I/O pada disk , secara otomatis akan mencari cluster baru yang tidak rusak, lalu menandai alamat cluster yang mengandung bad sector tersebut.

C. Fault tolerance : Kemampuan untuk menyediakan redudansi data secara realtime yang akan memberikan tindakan penyelamatan bila terjadi kegagalan perangkat keras, korupsi perangkat lunak dan kemungkinan masalah lainnya.
Teknologinya disebut RAID (Redudant Arrays of inexpensive Disk) : sebuah array disk dimana dalam sebuah media penyimpanan terdapat informasi redudan tentang data yang disimpan di sisa media tersebut.
Kelebihan RAID :
•    Meningkatkan kinerja I/O
•    meningkatkan reabilitas media penyimpanan

Ada 2 bentuk fault tolerance :
1.    Disk mirroring (RAID 1) : meliputi penulisan data secara simultan kedua media penyimpanan yang secara fisik terpisah.
2.    Disk stripping dengan Parity (RAID 5) : data ditulis dalam strip-strip lewat satu array disk yang didalam strip-strip tersebut terdapat informasi parity yang dapat digunakan untuk meregenerasi data apabila salah satu disk device dalam strip set mengalami kegagalan.

3. Model Keamanan Windows NT

Dibuat dari beberapa komponen yang bekerja secara bersama-sama untuk memberikan keamanan logon dan access control list (ACL) dalam NT :

•    LSA (Local security Authority) : menjamin user memiliki hak untuk mengakses system. Inti keamanan yang menciptakan akses token, mengadministrasi kebijakan keamanan local dan memberikan layanan otentikasi user.
•    Proses logon : menerima permintaan logon dari user (logon interaktif dan logon remote), menanti masukan username dan password yang benar. Dibantu oleh Netlogon service.
•    Security Account Manager (SAM) : dikenal juga sebagai directory service database, yang memelihara database untuk account user dan memberikan layan validasi untuk proses LSA.
•    Security Reference Monitor (SRM) : memeriksa status izin user dalam mengakses, dan hak user untuk memanipulasi obyek serta membuat pesan-pesan audit.

4. Keamanan Sumber daya lokal

Obyek dalam NT  [file, folder (directory), proses, thread, share dan device], masing-masing akan dilengkapi dengan Obyek Security Descriptor yang terdiri dari :
•    Security ID Owner : menunjukkan user/grup yang memiliki obyek tersebut, yang memiliki kekuasaan untuk mengubah akses permission terhadap obyek tersebut.
•    Security ID group : digunakan oleh subsistem POSIX saja.
•    Discretionary ACL (Access Control List) : identifikasi user dan grup yang diperbolehkan / ditolak dalam mengakses, dikendalikan oleh pemilik obyek.
•    System ACL : mengendalikan pesan auditing yang dibangkitkan oleh system, dikendalikan oleh administrator keamanan jaringan.

5. Keamanan Jaringan

Jenis Keamanan Jaringan Windows NT :

•    Model keamanan user level : account user akan mendapatkan akses untuk pemakaian bersama dengan menciptakan share atas directory atau printer.
o    Keunggulan : kemampuan untuk memberikan user tertentu akses ke sumberdaya yang di-share dan menentukan jenis akses apa yang diberikan.
o    Kelemahan : proses setup yang kompleks karena administrator harus memberitahu setiap user dan menjaga policy system keamanan tetap dapat dibawah kendalinya dengan baik.
•    Model keamanan Share level : dikaitkan dengan jaringan peer to peer, dimana user manapun membagi sumber daya dan memutuskan apakaha diperlukan password untuk suatu akses tertentu.
o    Keuntungan : kesederhanaannya yang membuat keamanan share-level tidak membutuhkan account user untuk mendapatkan akses.
o    Kelemahan : sekali izin akses / password diberikan, tidak ada kendali atas siap yang menakses sumber daya.

Cara NT menangani keamanan jaringan :

1.    Memberikan permission :
•    Permission NTFS local
•    Permission shere
2.    Keamanan RAS (Remote Access Server)
Melakukan remote access user menggunakan dial-up :
•    Otentikasi user name dan password yang valid dengan dial-in permission.
•    Callback security : pengecekan nomor telepon yang valid.
•    Auditing : menggunakan auditing trails untuk melacak ke/dari siapa, kapan user memiliki akses ke server dan sumberdaya apa yang diakses.
3.    Pengamanan Layanan internet :
•    Firewall terbatas pada Internet Information server (IIS).
•    Menginstal tambahan proxy seperti Microsoft Proxy server.
4.    Share administrative :memungkin administrator mendapatkan akses ke server windows NT atau workstation melalui jaringan

6. Keamanan pada printer

Dilakukan dengan mensetting properties printer :
1.    Menentukan permission : full control, Manage document, print
2.    Biasanya susunan permission pada NT defaulut :
•    Adminstrator – full control
•    Owner – Manage document
•    Semua user – print
3.    Mengontrol print job, terdiri dari :
•    Setting waktu cetak
•    Prioritas
•    Notifikasi (orang yang perlu diberi peringatan)
4.    Set auditing information

7. Keamanan Registry

Tools yang disediakan dalam pengaksesan registry :
•    System policy editor : mengontrol akses terhadap registry editor, memungkinkan administrator mengedit dan memodifikasi value tertentu dalam registry dengan berbasis grafis.
•    Registry editor (regedit32.exe) : tools untuk melakukan edit dan modifikasi value dalam registry.
•    Windows NT Diagnostics (winmsd.exe) : memungkinkan user melihat setting isi registry dan valuenya tanpa harus masuk ke registry editor sendiri.

Tools backup untuk registry yaitu  :
•    Regback.exe memanfaatkan command line / remote session untuk membackupr registry.
•    ntbackup.exe : otomatisasi backup HANYA pada Tape drive, termasuk sebuah kopi dari file backup registry local.
•    Emergency Repair Disk (rdisk.exe) : memback-up hive system dan software dalam registry.

8. Audit dan Pencatatan Log

•    Pencatatan logon dan logoff  termasuk pencatatan dalam multi entry login
•    Object access (pencatatan akses obyek dan file)
•    Privilege Use (paencatatan pemakaian hak user)
•    Account Management (manajemen user dan group)
•    Policy change (Pencatatan perubahan kebijakan keamanan)
•    System event (pencatatan proses restart, shutdown dan pesan system)
•    Detailed tracking (pencatatan proses dalam system secara detail)

Memilih Jenis Window
1. Document window
2. Application window
3. Utility window
4. Dialogs and Alerts

Mendesain bagian window

Tampilan Windows XP
Tampilan Windows Classic
Tampilan Window B II for Linux

1. Mendesain Title
Setiap window sebaiknya diberi judul (title). Sebuah judul window yang bagus berisi informasi yang relevan.Beri judul yang berbeda pada tiap window yang sedang dibuka.

2. Mendesain Border and Windows Command
Border Window
Shape Window

3. Modality

Sebuah modal window melarang user berinteraksi dengan window lain dalam aplikasi yang sama (application modal) atau aplikasi yang lain termasuk desktop itu sendiri (system modal)Non-Modal window tidak melarang berhubungan dengan aplikasi utama atau window lain.

4. Focus
Focus berarti user menentukan window mana yang seharusnya menerima data dari keyboard,mouse, atau device input yang lain.
3 mekanisme:
a. Click to focus : berarti sebuah window mendapat focus karena diklik oleh user
b. Point to focus : berarti sebuah window mendapat focus karena ditunjuk oleh mouse.
Dikenal juga dengan “sloppy focus”
c. Keyboard focus : berarti sebuah window mendapat focus karena dipilih user menggunakan shortcut keyboard seperti Alt+Tab.

Mendesain Primary Window
Primary window umumnya mempresentasikan data user seperti dokumen teks pada aplikasi word processor, gambar pada aplikasi pengolah gambar, spreadsheet pada aplikasi seperti excel, dsb.Normalnya primary window mempunyai sebuah border, sebuah menubar, dan sebuah status bar, dan mungkin juga mempunyai satu atau lebih toolbar.
1. Mendesain Title
Aplikasi yang menyebutkan extensinya
Aplikasi yang menyertakan informasi penting lainnya
Aplikasi yang tidak berbasis dokumen
Aplikasi yang memberikan keterangan tambahan sehubungan engan status aplikasi

2. Window Commands
Pada primary window, mempunyai beberapa perintah yang terdapat pada control boxnya:
• Close
• Maximize
• Minimize
• Restore Down
3. Hubungan dengan dokumen dan window
• Single Document Interface (SDI)
Aplikasi single document interface menempatkan masing-masing dokumen pada sebuah primary window tersendiri.Jadi tiap – tiap dokumen terasa sebagai sebuah aplikasi yang berdiri sendiri.

Contoh aplikasi SDI adalah Microsoft Word

• Controlled Single Document Interface (CSDI)
CSDI adalah aplikasi yang ruangnya untuk menu tidak cukup untuk masing – masing dokumen yang terbuka, sehingga tampak ada primary window yang hanya terdiri dari menu,sedangkan primary window lainnya berisi dokumen, dimana dokumen tersebut dikontrol melalui primary window control (yang berisi menu)

Contoh aplikasi CSDI adalah GIMP

• Multiple Document Interface (MDI)
MDI menampilkan beberapa dokumen dalam window tunggal.Window ini dapat menggunakan panned, tabbed, atau menampilkan lebih dari satu sekaligus.

Contoh aplikasi MDI adalah Macromedia Flash MX

4. Mendesain Utility Window
• Instanst Apply
Window yang mengijinkan user mengubah nilai atau setting seperti property atau preference,update nilai nilai atau setting akan serta merta membuat perubahan pada window

Contoh Instant Apply adalah Customize pada Microsoft Word

• Explicit Apply
Window yang dapat merubah suatu nilai – nilai dengan secara eksplisit.
Ciri khas explicit apply yaitu mempunyai 3 button :
1. Apply : Mengimplementasikan semua setting dalam window, tetapi utility window tidak langsung ditutup
2. Cancel : Mereset semua perubahan pada setting dimana nilai – nilai dikembalikan ke keadaan saat window ini dibuka.
3. Ok : Mengimplementasikan semua setting pada window dan menutup window preference

Contoh Explicit Apply

• Property Window
Adalah tempat user dapat melihat dan mengubah karakteristik sebuah objek,seperti dokumen, file, atau aplikasi.
Contoh property pada MS.Word

• Preferences Window
Adalah window tempat user dapat memodifikasi tampilan window maupun. tingkah lakunya

Contoh :
Option pada MS. Word

• Toolboxes
Window untuk mengakses sekumpulan aksi maupun toggle dengan tampilan toolbar kecil seperti button.
Contoh Toolboxes

• Toolbox Categories
Pengelompokkan Toolbox berdasarkan fungsinya
Contoh :

5. Mendesain Alerts
Alert menyediakan informasi tentang keadaan sebuah sistem aplikasi atau menanyakan informasi penting tentang proses selanjutnya dari sebuah task khusus.

• Alert Text
Terdiri dari dua jenis :
1. Primary text , menyediakan informasi singkat atau usulan tindakan kepada user yang terdiri dari satu kalimat.
2. Secondary text, menyediakan informasi yang lebih detail tentang problem atau anjuran tindakan kepada user.

• Alerts Button
Menyediakan tombol persetujuan untuk melupakan alert atau melakukan tindakan selanjutnya berdasarkan informasi pada Primary text.
Button – button yang biasa ada di alert :
Cancel, Help, Yes, No, Save, Abort, dsb

• Spacing and Positioning
Pedoman membuat alert:
– Border mengelilingi semua sisi alert
– Spasi antara icon dan teks adalah 12 pixel
– Spasi horizontal antar button adalah 6 pixel
– Spasi di bawah baik primary text maupun secondary text adalah 24 pixel

• Information Alerts
Memberitahukan sebuah informasi kepada user sebelum melanjutkan aksinya atau menampilkan informasi yang memang diminta oleh user.

• Error Alerts
Digunakan untuk menampilkan peringatan error saat operasi yang diminta tidak dapat dilakukan secara lengkap.

• Confirmation Alerts
Melakukan konfirmasi ketika user ingin menghapus datanya atau melakukan aktivitas yang akan menimbulkan resiko.

• Save Confirmation Alerts
Membantu user agar tidak kehilangan dokumen/perubahan pada dokumen ketika menutup aplikasi.

• Authentication Alerts
Memaksa user memasukkan informasi yang diperlukan untuk dapat mengakses informasi lebih lanjut.

6. Mendesain Dialog Boxes
Dialog boxes (kotak dialog) menyediakan pertukaran informasi, atau dialog, antara user dan aplikasi.Dapat menggunakan kotak dialog untuk menangkap informasi yang diperlukan dari user untuk tugas atau aksi tertentu,misalkan percetakan
Pedoman umum membuat kotak dialog:

Border Ya
Modality Dapat berupa modal maupun non modal window
Title Format Nama Perintah
Resizing Biasanya tidak dapat diubah ukurannya oleh user kecuali pada k asus khusus
Button Dapat mengikuti pedoman yang digunak an alerts.

• Additional Button
Kita dapat menambahkan button tam bahan selain affirmative button (tombol persetujuan) dan cancel Pedoman memberi button tambahan :
– Tempatkan button tambahan dalam satu area di bagian bawah kotak dialog di sebelah kiri button standar.
– Aturlah button berdekatan dengan kontrol yang berhubungan dengan button tersebut.

• Layout
Sebaiknya menyusun kontrol dengan memperhatikan arah pengguna aplikasi membaca dimana umumnya biasanya dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.Karena itu tempatkan kontrol utama sedekat mungkin dengan posisi ujung kiri atas.
Contoh pada Macromedia Flash MX